Teknoreviews.com - Jika Anda ingin meng-upgrade dari smartphone atau kamera point-and-shoot ke kamera interchangeable-lens, Anda memiliki dua pilihan utama: DSLR VS mirrorless camera? Kedua jenis kamera ini pada dasarnya melakukan hal yang sama, tetapi masing-masing jenis memiliki kekuatan dan kelemahan. Kamera Single lens reflex (SLR) telah ada selama lebih dari seratus tahun. Seperti pendahulunya yang berbasis film, SLR digital saat ini (DSLR) menggunakan cermin untuk mengalihkan cahaya dari lensa ke jendela bidik sehingga Anda melihat apa yang kamera lihat. Ketika Anda mengambil gambar, cermin dalam kamera ini membalik keluar dari jalurnya, rana di depan sensor gambar terbuka, dan sensor menangkap gambar.
Mirrorless camera, seperti namanya, tidak perlu cermin. Sebaliknya, cahaya melewati lensa dan jatuh tepat ke sensor gambar, seperti dalam kamera point-and-shoot dan kamera ponsel. Untuk menampilkan gambar sebelum Anda menekan tombol rana, Anda harus melihat layar di belakang kamera. Jadi mana yang lebih baik? DSLR VS mirrorless? Berikut TeknoReviews akan membuat perbandingan antara DSLR dan mirrorless camera.

- Ukuran dan Berat
Tanpa cermin dan mekanisme shutter, bodi dari mirrorless cameramirrorless bisa lebih kecil dari DSLR, dan konstruksi lebih sederhana. Sebuah mirrorless camera khas seperti Olympus PEN-EPL5 beratnya hanya kurang dari 0,45 kgdan kurang dari 3 inci termasuk lensa.
Pemenang: mirrorless camera
- Kemampuan Fokus
Karena mereka tidak memiliki sistem cermin, kebanyakan mirrorless cameramenggunakan teknik yang lebih lambat, yang disebut deteksi kontras - metode yang sama yang digunakan oleh kamera point-and-shoot dan ponsel. Sensor gambar menangkap sebagian kecil dari suatu gambar, tes seberapa tajam itu, dan kemudian refocuses lensa dan tes lagi sampai mendapatkan fokus yang tepat. Deteksi kontras sangat lambat dalam cahaya rendah dan dengan subyek bergerak, karena gerakan membingungkan kamera.
Mirrorless camera terbaru, seperti Olympus OM-D EM-5, memiliki prosesor yang lebih cepat yang dapat mendeteksi kontras lebih cepat, sehingga mereka memiliki fokus hampir secepat DSLR dalam segala kondisi, tapi masih harus berjuang keras untuk mengambil gamba dalam cahaya rendah. Lebih lanjut lagi, kamera Olympus OM-D E-M1menggunakan sensor tunggal yang menggabungkan kedua kontras dan deteksi fasa. Sony juga memperkenalkan sistem fokus combo pada kamera mirrorless baru nya: A7 dan A7R.
Pemenang: DSLR
- Previewing Images
Beberapa model mirrorless camera meniru DSLR dengan menanamkan layar LCD dengan apa yang disebut electronic viewfinder. Ini dibangun ke beberapa mirrorless camera yang lebih mahal (seperti Panasonic GX7) atau tersedia sebagai add-on ekstra bagi yang lain.
Pemenang: DSLR
- Image Stabilization
Pemenang: draw
- Kualitas Gambar
Pemenang: draw
Masih ada beberapa aspek yang belum TeknoReviews bandingkan, TeknoReviews akan membahasanya pada artikel mendatang.