Headlines News :

Berita Terbaru

Showing posts with label kamera. Show all posts
Showing posts with label kamera. Show all posts

Nikon D5300 - Kamera DSLR Nikon yang Pertama dengan Fitur WiFi

Written By Unknown on Friday, November 15, 2013 | Friday, November 15, 2013

Nikon D5300 - Kamera DSLR Nikon yang Pertama dengan Fitur WiFi

Salah satu produsen raksasa di dunia perangkat fotografi dan videografi, Nikon kembali mengeluarkan produk terbarunya. Kali ini perusahaan asal Jepang tersebut memperkenalkan kamera DSLR Nikon D5300, yang merupakan jenis Digital Single-Lens Reflex teranyar. Kamera ini merupakan penerus dari seri D5200, dengan penambahan beberapa peningkatan pada spesifikasinya. Tak heran jika kamera ini pun masuk dalam kategori kelas unggulan.

Penambahan fitur yang paling menarik pada kamera ini adalah berupa fitur built-in WiFi. Sehingga, kamera Nikon D5300 ini pun menjadi kamera DSLR Nikon pertama yang dibekali dengan dukungan koneksi WiFi, yang sudah dapat dihubungkan langsung dengan internet ataupun dengan perangkat lain. Kehadiran fitur ini tentunya sudah sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar Nikon. Berikut ini ulasan lengkap mengenai kamera Nikon D5300 ini.

Desain dan Control

Sama seperti Nikon D5200, kamera seri D5300 ini juga dilengkapi dengan dengan layar yang bisa diputar, berupa layar vari-angle jenis LCD. Hanya saja, ukurannya kali ini jauh lebih besar, yakni berukuran 5,3 inci, dengan kepadatan piksel mencapai 1,04 juta titik. Selain itu, kamera ini juga memiliki optical viewfinder yang sedikit lebih besar dari pendahulunya.

Sementara itu, bodinya sendiri dirancang dengan desain yang solid, dan tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni black, candy apple red, dan bluish-gray tone. Bobot kamera Nikon D5300 ini juga lebih ringan jika dibandingkan dengan saudara tuanya, hanya seberat 480 gram untuk bodinya saja. Sedangkan dimensinya secara penuh berukuran 125 x 98 x 76 mm.

Image Quality dan Resolusi

Untuk jaminan kualitas, Nikon memasangkan sensor DX format CMOS 24,2 megapiksel pada kamera Nikon D5300 ini, tidak jauh berbeda dengan seri D5200. Bedanya, produk terbaru ini tidak lagi dibekali optical low-pas filter, dengan tujuan untuk menghasilkan gambar yang memiliki detail lebih baik, meski nantinya tidak bisa mencegah efek moire.

Tidak hanya itu, kamera Nikon D5300 ini juga dilengkapi dengan sistem autofocus 39 titik dengan sembilan tipe sensor cross dan metering sensor 2.016 piksel RGB. Kemudian, ada pula fitur Auto ISO dengan kerenggangan ISO 100 – 12800, yang bisa ditingkatkan hingga ISO 25600. Sedangkan ukuran gambar yang dihasilkan hingga mencapai 6000 x 4000 piksel.

Performa

Soal kinerja kamera Nikon D5300 ini, dipastikan akan jauh lebih tangguh, berkat dipasangkannya prosesor EXPEED 4 yang baru pertama kali digunakan Nikon pada kamera DSLR-nya. Dengan kehadiran prosesor tersebut, kamera ini mampu merekam video berkualitas Full HD 1920 x 1080 piksel dengan kecepatan 60 frames per second (fps).

Sedangkan untuk pengambilan gambar, kamera Nikon D5300 ini dapat digunakan hingga kecepatan 5 fps, dengan hasil gambar yang lebih baik. Selain itu, prosesor tersebut juga memungkinkan untuk peningkatan efisiensi baterai pada kamera ini, sehingga dapat membidik foto hingga 700 kali jepretan, lebih banyak 200 gambar dari seri D5200.

Fitur

Kehadiran fitur koneksi WiFi pada kamera Nikon D5300 ini menjadi bagian yang paling menarik. Meski terbilang terlambat jika dibandingkan dengan para pesaingnya seperti Canon dan Sony yang sudah lebih dulu membenamkan fitur WiFi pada kamera andalannya, tapi inovasi Nikon ini tetaplah hebat, karena baru pertama kali dilakukan pada kamera DSLR-nya.

Sebelumnya, Nikon hanya menyediakan opsional wireless mobile adapter berupa WU 1A pada kameranya, untuk bisa terkoneksi dengan internet melalui WiFi. Cara tersebut memang kurang efisien untuk para fotografer yang mobile, karena mereka terpaksa harus melakukan plug-in transmitter WiFi sebelum mendapatkan akses wireless pada kamera.

Tapi sekarang, dengan sudah adanya fitur WiFi yang didesain secara on-board, maka pengguna kamera Nikon D5300 ini pun bisa memakai aplikasi Wireless Mobile Utility, yang memungkinkan untuk mengambil gambar secara remote menggunakan perangkat smartphone. Selain itu, kamera ini dibekali pula dnegan fitur GPS yang sudah terintegrasi.

Harga

Jika tertarik untuk memilikinya, Anda bisa membeli kamera Nikon D5300 ini dengan harga 800 dolar AS atau sekitar Rp 8,8 juta, hanya untuk bodinya saja. Sedangkan, jika ingin mendapatkannya sekaligus dengan lensa 18-140mm f/3.5-5.6 VR, Anda harus menyiapkan dana sebesar 1.400 dolar AS, atau mencapai Rp 15,4 juta.

Kesimpulan

Kamera Nikon D5300 ini sendiri ditujukan untuk para konsumen yang membutuhkan kamera interchangeable yang bisa digunakan sehari-hari, tapi tetap memiliki kinerja yang baik dan mampu menghasilkan kualitas gambar yang tajam. Kamera DSLR Nikon ini akan tersedia di pasaran global mulai akhir bulan November 2013 ini. [MAR]

Nikon D5300 - Kamera DSLR Nikon yang Pertama dengan Fitur WiFi

DSLR VS Mirrorless Camera - Manakah Kamera yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda?

Written By Unknown on Thursday, October 31, 2013 | Thursday, October 31, 2013

DSLR VS Mirrorless Camera - Manakah Kamera yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda?


Teknoreviews.com - Jika Anda ingin meng-upgrade dari smartphone atau kamera point-and-shoot ke kamera interchangeable-lens, Anda memiliki dua pilihan utama: DSLR VS mirrorless camera? Kedua jenis kamera ini pada dasarnya melakukan hal yang sama, tetapi masing-masing jenis memiliki kekuatan dan kelemahan. Kamera Single lens reflex (SLR) telah ada selama lebih dari seratus tahun. Seperti pendahulunya yang berbasis film, SLR digital saat ini (DSLR) menggunakan cermin untuk mengalihkan cahaya dari lensa ke jendela bidik sehingga Anda melihat apa yang kamera lihat. Ketika Anda mengambil gambar, cermin dalam kamera ini membalik keluar dari jalurnya, rana di depan sensor gambar terbuka, dan sensor menangkap gambar.
Mirrorless camera, seperti namanya, tidak perlu cermin. Sebaliknya, cahaya melewati lensa dan jatuh tepat ke sensor gambar, seperti dalam kamera point-and-shoot dan kamera ponsel. Untuk menampilkan gambar sebelum Anda menekan tombol rana, Anda harus melihat layar di belakang kamera. Jadi mana yang lebih baik? DSLR VS mirrorless? Berikut TeknoReviews akan membuat perbandingan antara DSLR dan mirrorless camera.
  • Ukuran dan Berat
Tubuh dari kamera DSLR terlihat sangat besar, karena mereka harus menyesuaikan dengan mekanisme cermin dan shutter. Pada saat ini, DSLR terkecil dan teringan yang tersedia adalah Canon EOS Rebel SL1 yang beratnya 22 ons (0,6 kilogram) dengan disertakan lensa zoom terpasang. Dan kamera ini agak mahal untuk pembeli yang baru pertama kali belajar fotografi. Sebuah model yang lebih-ekonomis, Canon EOS Rebel T3i dengan berat berat 25,3 ons (0,71 kilogram) dan ketebalan 3,1 inci (7,9 cm) hadir dengan sebuah lensa. Sebuah model midrange seperti Nikon D7100 dengan berat 1,2 kg atau lebih, juga tergantung pada lensa.
Tanpa cermin dan mekanisme shutter, bodi dari  mirrorless cameramirrorless bisa lebih kecil dari DSLR, dan konstruksi lebih sederhana. Sebuah mirrorless camera khas seperti Olympus PEN-EPL5 beratnya hanya kurang dari 0,45 kgdan kurang dari 3 inci  termasuk lensa.
Pemenang: mirrorless camera
  • Kemampuan Fokus
DSLR menggunakan mekanisme cermin untuk mengalihkan cahaya ke sensor khusus yang menggunakan proses yang disebut fase deteksi. Sensor mengukur konvergensi dua berkas cahaya untuk secara  cepat mengambil lensa ke dalam fokus.
Karena mereka tidak memiliki sistem cermin, kebanyakan mirrorless cameramenggunakan teknik yang lebih lambat, yang disebut deteksi kontras - metode yang sama yang digunakan oleh kamera  point-and-shoot dan ponsel. Sensor gambar menangkap sebagian kecil dari suatu gambar, tes seberapa tajam itu, dan kemudian refocuses lensa dan tes lagi sampai mendapatkan fokus yang tepat. Deteksi kontras sangat lambat dalam cahaya rendah dan dengan subyek bergerak, karena gerakan membingungkan kamera.
Mirrorless camera terbaru, seperti Olympus OM-D EM-5, memiliki prosesor yang lebih cepat yang dapat mendeteksi kontras lebih cepat, sehingga mereka memiliki fokus hampir secepat DSLR dalam segala kondisi, tapi masih harus berjuang keras untuk mengambil gamba dalam cahaya rendah.  Lebih lanjut lagi, kamera  Olympus OM-D E-M1menggunakan sensor tunggal yang menggabungkan kedua kontras dan deteksi fasa. Sony juga memperkenalkan sistem fokus combo pada kamera mirrorless baru nya: A7 dan A7R.
Pemenang: DSLR
  • Previewing Images
Sisi positif dari kamera DSLR adalah bahwa Anda dapat melihat gambar secara langsung, melihat hasil gambar yang anda tangkap. Kelemahan dari mirrorless camera adalah bahwa mereka harus menangkap preview gambar untuk ditampilkan pada layar LCD. Preview ini sering menghasilkan hasil yang buruk atau sulit untuk dilihat terutama pada LCD murah di siang hari. Dalam cahaya rendah, preview dapat muncul secara kasar.
Beberapa model mirrorless camera meniru DSLR dengan menanamkan layar LCD dengan apa yang disebut electronic viewfinder. Ini dibangun ke beberapa mirrorless camera yang lebih mahal (seperti Panasonic GX7) atau tersedia sebagai add-on ekstra bagi yang lain.
Pemenang: DSLR
  • Image Stabilization
Semua removable-lens kamera modern termasuk stabilisasi gambar, di mana kamera mengurangi blur pada foto (umumnya pada kecepatan rana lambat) untuk mengatasi tangan anda yang bergetar ketika anda mengambil gambar. Kebanyakan kamera dengan lensa interchangeable, terutama DSLR, melakukan ini dengan menggeser sebagian kecil dari lensa. Lainnya menggeser sensor gambar, yang memungkinkan stabilisasi gambar dengan lensa apapun, bahkan model vintage. Beberapa mirrorless camera bisa menggeser kedua elemen lensa dan sensor gambar yang merupakan  kombinasi yang dapat lebih efektif daripada salah satu dari metode ini. Perbedaan antara kebanyakan kamera  DSLR dan sistem image-stabilization pada mirrorless camera sangat tipis.
Pemenang: draw
  • Kualitas Gambar
Mirrorless camera versi awal yang digunakan untuk menawarkan gambar dengan kualitas rendah dibandingkan DSLR, dengan lebih banyak noise (graininess) dan warna yang lebih buruk, karena mereka menggunakan sensor gambar yang lebih kecil dan kurang menangkap cahaya. Tetapi produsen mirrorless camera telah menemukan cara untuk mengurangi noise, menggunakan sensor dan prosesor gambar yang lebih baik, dan sekarang tidak ada perbedaan nyata dalam kualitas gambar pada kamera model konsumen kebanyakan. SLR high-end menggunakan sensor yang sangat besar yang disebut "full frame" sensor yang telah memberi mereka keunggulan yang tinggi. Sony baru-baru ini memperkenalkan mirrorless camera dengan sensor full-frame, yang mana bisa menjadi langkah penting dalam menutup kesenjangan kualitas, bahkan untuk kamera dengan kinerja tinggi.
Pemenang: draw
Masih ada beberapa aspek yang belum TeknoReviews bandingkan, TeknoReviews akan membahasanya pada artikel mendatang.

Fujifilm X-E2 - Kamera Fujifilm Terbaru Penerus X-E1 Hadir dengan Digital Desain Klasik

Fujifilm X-E2 - Kamera Fujifilm Terbaru Penerus X-E1 Hadir dengan Digital Desain Klasik


Teknoreviews.com - Beberapa waktu lalu, Fujifilm telah memperkenalkan Fujifilm X-E1 untuk meramaikan pasar kamera digital global. Untuk melanjutkan kesuksesannya itu, Fujifilm kali ini meluncurkan kamera Fujifilm terbaru yang menjadi generasi penerus Fujifilm X-E1 melalui Fujifilm X-E2. Kamera terbaru ini masih termasuk dalam kategori compact system camera yang memungkinkan penggunaan lensa tambahan dari Fuji X100s. Sebagai generasi penerus X-E1, tentu kamera ini menawarkan fitur-fitur yang tidak jauh berbeda dengan X-E1 dan menawarkan spesifikasi yang lebih baik. Apa saja yang ditawarkan oleh kamera terbaru dari Fujifilm ini?
Desain dan Control
Fujifilm X-E2 hadir dengan desain yang classic dan terlihat elegan dengan  balutan casing berwarna hitam dan metalik. Desain yang ditawarkan oleh kamera Fujifilm terbaru X-E2 ini hampir sama dengan X-E1. Hal ini tentu wajar karena X-E2 merupakan penerus dari X-E1.  Sementara itu, control layout yang ditawarkan pada kamera ini juga mengalami perubahan dari generasi sebelumnya. Pada X-E2 penempatan tombol AF dan AF-L jauh lebih baik. Sedangkan tombol shutternya tetap berada di bagian kanan atas
Image Quality & Resolusi
Fujifilm X-E2 dibekali dengan sensor 16,3  megapiksel  Trans CMOS II. Dengan sensor tersebut, kamera ini menjanjikan hasil jepretan yang memuaskan. Gambar yang dihasilkan dari kamera digital Fujifilm ini cukup bagus dan jernih. Apalagi, dengan sederet fitur pendukung yang ada semakin memungkinkan pengguna mendapatkan hasil pemotretan sesuai dengan keinginan pengguna.
Performa
Fujifilm X-E2 menawarkan performa yang cukup bagus untuk mengabadikan berbagai momen. Kamera ini juga ditenagai oleh EXR Processor II sehingga menjamin bahwa kamera ini memberikan performa yang memuaskan. Prosesor ini sebenarnya juga sudah digunakan oleh Fujifilm untuk kamera digital Fujifilm X100s. Selain itu, kamera ini jugamenawarkan shutter lag dan waktu start up yang cepat yaitu 0,5 detik. Tentu saja ini cukup cepat dan membuat pengguna dapat memotret berbagai dan meminimalisir kemungkinan kehilangan momen-momen yang berharga. Selain waktu start up yang cepat, X-E2 juga memiliki face detection tercepat di dunia untuk sebuah kamera dengan sensor 4/3 inch atau lebih besar.
Perubahan mendasar yang membuat kamera digital Fujifilm X-E2 ini berbeda dengan pendahulunya adalah adanya hybrid autofocusing dan exposure compensation yang awalnya +/- 2EV dinaikkan menjadi +/- 3 E. Exposure compensation sendiri merupakan kemampuan untuk melihat efek dari pengaturan eksposure pada mode manual dan juga konversi 14-bit. Tentu saja dengan kenaikan exposure compensation ini Fuji X-E2 semakin memberikan performa yang menjajikan.
Selain itu kemampuan fokus pada kamera X-E2 ini juga sudah lebih baik daripada kamera digital Fujifilm X-E1 karena kamera ini menggunakan pelacakan AF dan auto exposure antara frame ketika digunakan untuk memotret pada 3 fps.  Perubahan lain yang juga dapat ditemukan pada X-E2 adalah ukuran display LCD yang lebih besar yaitu menjadi 3 inchi 920.000 dot.
Fitur
Beberapa fitur pendukung telah disematkan oleh Fujifilm untuk kamera terbarunya ini termasuk hybrid autofocus dan exposure compensation. Selain itu, kamera digital Fujifilm ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Lens Modulation Optimiser. Teknologi dari Fuji ini memastikan bahwa setiap pemrosesan gambar akan optimal untuk panjang focal, lensa, dan aperture yang dipilih oleh pengguna. Kehadiran electronic viewfinder pada kamera ini menawarkan display yang lebih halus ketika kamera ini digunakan di tempat yang minim cahaya sehingga gambar yang dihasilkan pun menjadi lebih baik.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, kamera ini sudah didukung dengan konektivitas WiFi. Bagi pengguna yang ingin merekam video, kamera digital Fujifilm X-E2 juga cukup mampu diandalkan dengan menawarkan hasil berkualitas Full HD beresolusi 1920 x 1080 piksel dan 60 fps dengan stereo microphone yang sudah terintegrasi di dalam kamera.
Perkiraan Harga
kamera digital Fujifilm X-E2 akan mulai dipasarkan pada bulan November mendatang. Harga penjualan kamera ini dibanderol sekitar 799 poundsterling hanya untuk bodinya saja. Sementara itu jika dilengkapi dengan lensa kit 18-55 mm, kamera ini akan dijual dengan harga kisaran 1200 poundsterling.
Kesimpulan
Sebagai generasi penerus dari X-E1, kamera digital Fujifilm X-E2 menawarkan spesifikasi dan fitur-fitur yang jauh lebih baik. Perubahan tersebut mencakup layout control, layar, electronic viewfinder, dan peningkatan exposure compensation. Selain itu, kamera ini juga dapat digunakan untuk merekam video dengan kualitas Full HD. X-E2 sebentar lagi akan hadir di pasaran dan hadir dengan dua pilihan warna yaitu silver dan hitam. 

Enam Aksesoris Kamera DSLR yang Kecil Namun Mahal

Written By Unknown on Monday, October 21, 2013 | Monday, October 21, 2013

Enam Aksesoris Kamera DSLR yang Kecil Namun Mahal


Teknoreviews.com - Melihat berbagai lensa dengan ukuran focal length diatas 300mm atau bahkan 500mm, pastinya Anda akan berpikir bahwa itu mahal. Tentu karena bisa terlihat dari ukurannya yang besar dan panjang, terutama jika -lensa dengan Aperture konstan. Patut menjadi perhatian karena ada banyak sekali aksesoris kamera DSLR yang mungkin sepele namun harganya cukup mahal. Bahkan mungkin beberapa aksesoris masih belum diketahui fotografer, karena biasanya memiliki kegunaan yang lebih spesifik. Apa saja aksesoris kamera yang dimaksud? Mari simak selengkapnya aksesoris kamera DSLR di bawah ini:
  • Lensa Prime Focal Length Pendek dengan Bukaan Besar
Tidak hanya lensa besar saja yang memiliki harga mahal, lensa-lensa prime dengan focal length pendek dan bukaan besar juga banyak dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Sebagai contoh adalah lensa Canon EF 24mm f/2.8 IS USM yang dihargai hingga 8 jutaan, atau milik Nikon AF-S 24mm f/1.4G ED Nano yang dibanderol hingga 25 jutaan. Tentu seperti tidak masuk akal karena pada umumnya lensa prime biasa dihargai hanya sekitar 2 sampai 5 jutaan saja. Bahkan lensa kecil Nikon AF  20mm f/2.8D (tanpa motor AF) saat ini masih dibanderol 5,8 jutaan.
  • Filter Polarizer dan Filter Neutral Density Berkualitas
Fungsinya mungkin bagi Anda agak sepele, yakni membatasi cahaya yang masuk. Ya memang itulah fungsi filter Polarizer dan filter Neutral Density. Untuk Polarizer sangat berguna untuk mengurangi refleksi atau pantulan cahaya yang berlebihan, seperti saat memotret di kolam, pantai, batu-batu, serta kaca. Selain itu kedua lensa ini sering digunakan untuk memotret air terjun long exposure siang hari. Sayangnya filter-filter tersebut dibanderol dengan harga sangat mahal, sebagai contoh +W XS-Pro Polarizing filter Käsemann MRC Nano yang mencapai 1 juta lebih. Bahkan untuk merek CANON 52mm Drop-in dijual dengan harga 3 jutaan, atau Cookin Circular Plorizer yang lebih murah sedikit yakni 2,2 jutaan. Bandingkan dengan filter UV biasa yang dibanderol dengan harga hanya 50 ribu.
  • Tripod Head
Anda bisa membeli tripod kualitas murahan dengan harga hanya 200 ribu. Namun jangan harap bisa mendapatkan Tripod Head berkualitas bagus dengan harga sedemikian. Pasalnya untuk Tripod Head  yang bagus harganya bisa mencapai hingga 8 jutaan, seperti ARCA-Swiss Monoball  Z1 Double Pan. Atau dengan harga sedang ada ACRATECH Ultimate Ballhead dengan harga sekitar 3-4 jutaan. Jika Anda merasa itu sangat mahal, mungkin alternatifnya adalah membeli Tripod Head murahan yang seharga 800 ribuan seperti GIOTTOS MH 1001-652 atau TRIOPO NB-1s Swift Ball Head dengan harga 700 ribuan.
  • Baterai Grip Berkualitas
Selain untuk tambahan grip vertikal, Baterai grip juga bisa membuat kesan kamera Anda lebih besar dan mungkin dianggap lebih mahal. Tentu saja karena harga Baterai grip memang terbilang mahal apalagi jika Baterai grip untuk body DSLR mahal. Sebagai contoh Baterai grip MB D-12 untuk Nikon D800 dihargai hingga 3 jutaan lebih. Begitu pula Baterai grip Canon 5D Mark III  dari seri Canon BG-E11 yang harganya mencapai 3 jutaan. Alternatifnya untuk menggunakan Baterai grip third party, Anda tetap harus merogoh kocek dalam karena harganya umum berkisar mencapai 500 ribu hingga 900 ribu, dan jangan harap ketahanan dan kualitasnya sama dengan produk first party.
  • Trigger Berkualitas
Apa yang diharapkan dari Trigger seharga 200 ribuan? Selain kualitasnya kurang bagus, Trigger demikian juga memiliki fitur yang kurang banyak. Untuk memiliki Trigger bagus tampaknya Anda memang harus menyediakan budget tinggi. Sebagai contoh untuk merek PIXEL TR-331 saat ini dihargai hingga 900 ribu. Atau bahkan untuk merek POKET WIZARD Flex TT3 harganya mencapai 2,5 juta. Biasanya Trigger mahal digunakan untuk fotografi di studio yang membutuhkan peralatan lighting banyak.
  • Lightsphere
Lightsphere memiliki bentuk sederhana, atau bahkan seperti plastik biasa. Namun tahukah Anda bahwa aksesoris kamera untuk lighting ini ternyata memiliki harga yang relatif cukup mahal. Sebagai contoh untuk merek Gary Fong Lightsphere Universal kit Pro dihargai mencapai 2 jutaan. Sedangkan versi basic sudah mencapai 1,4 jutaan. Bahkan Gary Fong juga memproduksi Power Snoot untuk mengarahkan cahaya dari flash secara lembut dengan harga 800 ribuan. Bandingkan dengan Diffuser biasa yang harganya hanya 60-80 ribuan. [ALX]

GoPro HERO 3+ - Kamera Ultra Compact yang Tangguh dan Bisa Dibawa Diving

Written By Unknown on Friday, October 18, 2013 | Friday, October 18, 2013

GoPro HERO 3+ - Kamera Ultra Compact yang Tangguh dan Bisa Dibawa Diving


Teknoreviews.com - GoPro kembali meluncurkan kamera aksi terbarunya, sebagai versi update dari GoPro HERO 3. Sebagai merek yang sudah tidak asing untuk pecinta adrenalin, GoPro tetap menjanjikan kemudahan bagi para penggunanya, melalui kamera GoPro HERO 3+. Bedanya, kamera ultra compact ini datang dengan spesifikasi yang tangguh, dengan ukuran lebih kecil dan baterai yang lebih tahan, dibanding generasi pendahulunya.
Desain dan Control
Kamera ultra compact bertajuk GoPro HERO 3+ ini hadir dengan tiga pilihan model, yakni Black Edition dan Silver Edition, dengan keunggulan dan harga yang berbeda. Secara umum, kamera ini mengalami beberapa sentuhan peningkatan pada spesifikasinya, serta dikemas ulang dengan bodi yang lebih mungil dan kompak.
Kamera GoPro HERO 3+ Black Edition memiliki bodi 20 persen lebih kecil dan ringan dari kamera GoPro HERO 3. Sedangkan, bobot GoPro HERO 3+ Silver Edition 15 persen lebih ringan, dengan perbandingan dimensi yang sama. Hal ini membuktikan bahwa ukurannya memang lebih kecil dan bobot lebih ringan dari versi sebelumnya.
Image Quality dan Resolusi
Kamera yang diproduksi oleh perusahaan yang bermarkas di San Mateo, California, Amerika Serikat ini membawa komponen internal baru, yang diklaim mampu meningkatkan kualitas gambar yang dihasilkan. Kamera GoPro HERO 3+ Black Edition menjadi andalan utama, karena kemampuannya menyajikan foto beresolusi 12 MP dengan kecepatan 30 fps.
Selain itu, kemampuan rekam videonya juga mencapai resolusi 4K. Kamera GoPro HERO 3+ ini juga dilengkapi dengan lensa baru dengan hasil rekaman yang lebih jelas dan distorsi yang berkurang. Kemampuan optik yang dimilikinya bisa memberikan foto dan video 33 persen lebih tajam, serta pengurangan hingga dua kali dalam pencitraan artefak.
Sedangkan, kamera GoPro HERO 3+ Silver Edition memiliki resolusi maksimum 10 MP dalam pemotretan, dengan kecepatan 10 fps. Untuk kemampuan merekam videonya hingga maksimal 1080 piksel pada 60 fps. Kemudian, ketajaman gambarnya juga mengalami peningkatan, dengan tiga kali pengurangan dalam pencitraan artefak
Performa
Soal performa, kamera GoPro HERO 3+ Silver Edition dibekali dengan prosesor baru yang dua kali lebih kuat. Sehingga, kamera ini pun mampu menangkap video berkualitas tinggi, dengan peningkatan kinerja bercahaya rendah. Hal sama juga berlaku pada GoPro HERO 3+ Black Edition, yang bisa merekam video dengan high-frame rate 1440 piksel pada 48 fps.
Tidak hanya itu, kedua seri kamera GoPro terbaru ini juga didukung dengan baterai yang memiliki daya tahan 30 persen lebih lama, berkat komponen internal baru yang telah dipasangkan. Hebatnya lagi, kedua kamera ini juga bisa dipakai oleh penggunanya yang hobi diving, karena mampu bertahan dalam kedalaman air hingga 40 meter.
Fitur
Teknologi hebat lainnya yang disandang oleh kamera GoPro HERO 3+ Black Edition adalah fitur baru bernama “Super View”, yang dapat menangkap perspektif sudut paling lebar di seluruh dunia saat merekam video. Mode ini bisa mengambil gambar dengan rasio 4:3, yang dapat dipresentasikan dengan rasio 16:9. Kemudian, ada pula fitur Auto Low Light, yang secara otomatis bisa menyesuaikan kinerja kamera ini dalam kondisi minim cahaya.
Selain itu, GoPro juga memperhatikan kualitas audio dalam perekaman video melalui kamera barunya ini. Mereka menambahkan peningkatan performa audionya sehingga bisa menangkap suara paling halus, serta teknologi untuk mengurangi kebisingan angin dalam kegiatan dengan kecepatan tinggi. Sektor konektivitas WiFi juga ditingkatkan 4 kali lebih cepat, dengan kemampuan Remote WiFi untuk 50 kamera dari jarak 180 meter.
Fitur menarik lainnya pada kedua versi kamera GoPro teranyar ini adalah GoPro App. Aplikasi ini akan memudahkan penggunanya untuk mengontrol kamera ini melalui smartphone atau tablet yang dimilikinya, serta memungkinkan untuk melihat foto dan memutar video yang telah diambil. Dengan fitur ini pula, penggunanya bisa berbagi foto dan video secara langsung melalui jejaring sosial seperti Instagram dan Facebook, serta email.
Harga & Kesimpulan
Founder dan CEO GoPro mengatakan bahwa kamera GoPro HERO3+ ini merupakan bukti komitmen mereka terhadap inovasi. Kamera ultra compact produksi mereka ini akan memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya. Sejak awal bulan Oktober 2013, kamera ini sudah mulai dipasarkan dengan banderol 399,99 dolar AS atau sekitar Rp 4,4 juta untuk Black Edition, dan 299,99 dolar AS (Rp 3,3 juta) untuk Silver Edition. 

Kamera Panasonic Lumix DMC-GF6 - Kamera Gahar Berlayar Unik dengan Fitur Touchscreen

Written By Unknown on Thursday, October 17, 2013 | Thursday, October 17, 2013

Kamera Panasonic Lumix DMC-GF6 - Kamera Gahar Berlayar Unik dengan Fitur Touchscreen


Teknoreviews.com - Kamera digital kini sudah menjadi sebuah gadget yang naik daun di pasar gadget. Banyak produsen mulai berani merilis produk – produk berkualitas serta disokong fitur – fitur terbaik untuk meraih konsumen. Salah satunya seperti produsen Panasonic yang kembali merilis kamera digital seri Lumix terbaru yaitu kamera Panasonic Lumix DMC-GF6. Dalam seri ini, Anda akan mendapatkan sebuah kamera digital terbaik yang diharapkan mampu memuaskan hasrat fotografi Anda.
Lalu, apa saja yang ditawarkan Panasonic dalam perangkat andalannya ini?
Desain dan Control
Kamera Panasonic Lumix DMC-GF6 hadir dengan desain yang stylish dan kompak. Bahkan kamera ini sekilas terlihat retro modern dengan lekukan khas dan paduan warna yang pas. Kamera ini hadir dengan bentuk klasik yang elegan berukuran 111.2 x 64.8 x 38.4 mm dengan berat total bodi 280 gram. Kamera ini juga dilengkapi layar 3 inci LCD berwarna 720 x 480 piksel dengan teknologi Brightness Control serta disematkan pula fitur touchscreen. Layar gadget ini dapat diputar atau dilipat vertical 180 derajat. Dengan fitur touchscreen yang responsive, Anda akan dengan mudah melakukan pengaturan.
Panasonic mengatur secara rapi tombol – tombol pengaturan pada perangkat ini. Anda akan menemukan berbagai tombol pengaturan khas seperti kamera digital lainnya. Pada kamera Panasonic terbaru ini, Produsen juga memisahkan tombol merekam video, sehingga Anda bisa langsung merekam peristiwa tanpa direpotkan mencari di deretan mode lain. Yang unik, terdapat tombol wifi yang juga berdiri sendiri terpisah dari tombol menu.
Secara keseluruhan bentuk kamera ini sangat pas ditangan. Hadir dengan bahan plastic material berkualitas, membuat keseluruhan bodi terasa lebih kokoh.
Image Quality & Resolusi
Kamera Panasonic Lumix DMC – GF6 dipersenjatai teknologi Live MOS Sensor terbaik. Kamera digital ini dapat menghasilkan gambar dari resolusi terbesar 4,592 x 3,448 piksel hingga yang kecil 640 x 480 piksel. Dalam hal video, kamera ini mampu merekam dengan resolusi 1,920 x 1,080 piksel dan 640 x 480 piksel dengan kualitas HD. Kamera ini dapat menghasilkan foto dengan format JPEG dan RAW. Untuk video, kamera ini menghasilkan video berformat Mp4.
Anda akan mendapati berbagai mode untuk pengambilan gambar yang masih sama dengan seri sebelumnya. Ada mode normal, white balance, hingga panorama atau makro. Kamera ini juga disokong fitur auto focus , EXPOSURE CONTROL terbaik dengan ISO 160 -25600.
Performa
Dalam perangkat terbarunya ini, Panasonic menambatkan MOS sensor dengan resolusi 16,6 megapiksel. Disokong prosesor Venus Engine terbaik dan VARIO Digital Single Lens Mirrorless, kamera ini mampu menghasilkan gambar dengan kualitas terbaik dan menampilkan gambar dengan pencahayaan yang jelas, lebih tajam dan akurat. Teknologi ini juga membuat kualitas hasil foto kamera Panasonic Lumix ini tidak berbeda jauh dengan kualitas hasil bidikan kamera DSLR. Yang menarik, dikabarkan terdapat Control ring yang membuat kamera ini bisa diganti atau diberi lensa tambahan seperti lensa 14- 42 mm, dan beberapa aksesoris lain.
Fitur
kamera Panasonic Lumix dipersenjatai 4x optical zoom  yang membawa Anda untuk menangkap gambar lebih rinci. Fitur Optical Image Stabilizer POWER O.I.S yang kuat mampu mengurangi noise dan blur pada hasil bidikan. Untuk mengatasi keruwetan saat mentransfer data, Panasonic telah melengkapi fitur wifi dan NFC pada perangkat ini. Bagi Anda yang gemar memfoto diri sendiri, mungkin kamera ini bisa memuaskan hasrat Anda mengingat layar yang dapat diputar atau dilipat hingga 180 derajat.
Harga / Perkiraan Harga
Kamera Digital dari Panasonic ini akan dilepas di perkiraan harga $ 400. Harga yang cukup mahal mungkin bagi sebuah kamera. Namun melihat spesifikasi yang ditawarkan, harga tersebut terasa wajar.
Kesimpulan
Bagi Anda yang membutuhkan sebuah kamera dengan tampilan stylish gabungan desain kamera saku dan kamera DSLR serta dengan lensa yang impressive dalam mengambil gambar, Kamera Panasonic Lumix DMC – GF6 ini bisa menjadi pilihan yang tetap. Panasonic membekali kamera ini MOS sensor dengan resolusi 16,6 megapiksel. Disokong prosesor terbaik dan lensa  VARIO, kamera ini mampu menghasilkan gambar dengan kualitas terbaik. Kamera ini juga telah dilengkapi LCD 3 inci touchscreen untuk melihat hasil bidikan. Uniknya layarnya yang responsive dan dapat diputar 180 derajat memudahkan Anda beraktifitas di gadget ini. Untuk masalah transfer data, Panasonic telah menyiapkan fitur WiFi untuk melengkapi kabel USB. kamera digital ini diharapkan mampu memuaskan hasrat fotografi Anda.

Olympus OM-D E-M1 - Kamera DSLR Terbaik Penghasil Gambar yang Berkualitas

Written By Unknown on Wednesday, October 16, 2013 | Wednesday, October 16, 2013

Olympus OM-D E-M1 - Kamera DSLR Terbaik Penghasil Gambar yang Berkualitas


Teknoreviews.com - Olympus OM-D E-M1 adalah salah satu kamera Micro Four Third (MFT) yang ada saat ini dan kemampuannya dapat di bandingkan dengan SLR yang sejajar dengannya. Keunggulan utama dari kamera ini adalah kualitas gambar yang baik bahkan di ISO yang tinggi. Kamera DSLR terbaik ini juga memiliki Wi-Fi, EVF tajam, kontrol layout yang sudah diperbaiki dan fokus yang cepat, warisan dari lensa Four Third SLR. Dan masih permulaan. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat lebih dalam mengenai OM-D E-M1 ini.
Desain
Kamera ini memiliki dimensi tinggi 3,7 X 5.1 X2.5 inci (tinggi, lebar, tebal). Berat kameranya 0,4Kg. Memang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan Samusng NX20 yang ukurannya 3,5 X 4,8 X 1,6 inci (tinggi, lebar, tebal) dan beratnya 0,34Kg.
Untuk ukurannya kamera ini memang tergolong berat tetapi, itu untuk membentuk konstruksi yang kokoh. Eksteriornya terbuat dari campuran logam, polikarbonat keras dan imitasi kulit bertekstur. Pegangannya lebih dalam daripada E-M5; sehingga memegangnya lebih nyaman dan lebih seimbang ketika menggunakan lensa zoom. Internal casisnya adalah magnesium alloy, tombol-tombol, port terlindungi dari debu dan percikan air.  Fitur ini juga kita temukan di E-M5 tetapi di produk kali ini ditambahkan kemampuan kamera yang bisa memotret di suhu -10oC, suhu yang sangat dingin.
EVF merupakan hal yang paling diinginkan banyak orang pada viewfinder. Ketajamannya 2,4 juta titik dan waktu judenya hanya 29 milidetik. Kualitasnya sama dengan eksternal VF-4. OLED EVF yang ada pada Sony Alpha NEX juga dilengkapi dengan 2,4 juta titik resolusi tetapi, ukuran EVF Olympus lebih besar sehingga menunjukkan kualitas yang lebih baik. Finder Olympus juga memiliki kemampuan menampilkan gambar dalam keadaan cahaya yang redup.
Fitur
Menu softwarenya mirip dengan yang ada pada E-M5. Menu berbasis teks dengan background biru sangat dalam dan tajam. Ada beberapa halaman dan sub halaman termasuk sub-sub menu untuk kostumisasi. Untungnya Anda tidak perlu mengubek-ubek menu pada kamera DSLR terbaik ini. Sekali Anda menemukan pengaturan yang pas, Anda bisa mengabaikan menu-menu yang lain.
Colour Creator merupakan fitur cepat untuk menyesuaikan output kamera yang sesuai dengan keinginan Anda. Tetapi akan agak rumit mengaturnya bila Anda belum membaca petunjuk manualnya, defaultnya ada pada tombol FN2. Menekan sekali tombol ini akan membawa Anda ke highlight dan shadow control, tetapi bila Anda menekan terus tombol ini dan menekan kontrol belakang akan mengarahkan ke empat fungsi home. Colour Creator berada di menu kedua dan menu yang lain berguna untuk output warna dan yang lain berguna untuk alat bantu fokus manual, zoom dan aspec ratio. Ketika Anda menggunakan Colour Creator, Anda bisa mengatur saturation, menambahkan hue color pada gambar Anda melalui analog depan.
Ada juga fitur time lapse dan sangat lengkap pengaturannya. Anda dapat mengatur kamera untuk merekam gambar pada interval lebih dari 999 jepretan. Interva bisa Anda atur jarak waktunya atau banyak fotonya. Foto bisa sebagai file individu, gambar JPG atau sebuah film QuickTime atau juga keduanya. Melakukan jepretan bertubi-tubi ini untuk yang masih standar, batrai hanya bertahan tiga jam. Tetapi ini kamera DSLR, Anda bisa menambahkan aksesoris lain agar baterainya bertahan lebih lama.
Seperti PEN E-P5, E-M1 juga dilengkapi dengan Wi-Fi. Identifikasinya untuk Android dan iOS dengan cara memindai kode QR yang ditampilkan pada belakang LCD menggunakan Olympus Image Share App dan kemudian mennginstal profil jaringan SSID yang dipancarkan oleh E-M1. Ketika Anda menghubungkannya, Anda dapat mentransfer gambar dan video QuickTime ke ponsel Anda. Ada juga fungsi geotags dan GPS tetapi, pastikan lokasi dan jam kamera Anda benar agar berjalan dengan lancar.
Performa dan Kesimpulan
OM-D E-M1 tidak bisa diragunakan dalam masalah kecepatan. Dimulai dari jepretan-jepretannya yang hanya 0,8 detik dan merekam delaynya hampir 0 (termasuk ketika memastikan autofokus di pencahayaan yang baik). Dalam cahaya yang kurang, kecepatan fokus agak melambat, rata-rata sekitar 1.2 detik. Tetapi ini lebih cepat dari Fujifilm X-E1 yang membutuhkan 1,2 detik untuk mulai menjepret dan membutuhkan 0.3 detika untuk memastikan fokus dalam keadaan cahaya yang baik. Dan melambat sekitar 2 detik ketika kekurangan cahaya.
Burst shooting juga mengesankan. OM-D E-M1 mampu menjepret 10.5 frame per detik dan bisa menjaga kecepatannya dalam beberapa waktu: 35 Raw+JPG, 38 Raw, atau 56 JPG dan kemudian melambat. Kamera-kamera hig-end memang memiliki Burs mode dengan kecepatan yang tinggi. Rata-rata 10 frame per detik.
Fitur lain yang juga penting pada kamera ini adalah Four Third SLR Lens. Dengan fitur ini kecepatan fokus pada kamera semakin tinggi. Menggunakan lensa 12-60mm F2.8-4 fokus kamera ini hanya membutuhkan 0.5 detik saja untuk memastikan fokusnya dan 1.3 detik dalam keadaan dibawahnya.